Monday, October 14, 2019

Surat Buffon Muda Yang Sangat Menyentuh Dirinya Dirinya Hingga Kini




Surat Buffon Mudah Yang Sangat Menyentuh – Gianluigi Buffon sekarang semakin uzur, dan makin dekat dengan waktu dirinya gantung sepatu. Pada sebuah masa, kiper Juventus tersebut mencoba guna memberi pesan untuk dirinya yang masih berumur 17 tahun.

Surat Buffon Mudah Yang Sangat Menyentuh – Pada bulan Januari nanti, Buffon bakal berusia 42 tahun.

Ia mengawali kiprahnya dalam dunia sepak bola profesional semenjak tahun 1995 sampai sekarang, di mana rekan-rekannya tengah merintis karir sebagai pelatih, pandit, ataupun sekadar hidup bareng keluarga terdekatnya.
Buffon telah mendapatkan nyaris semua gelar yang dapat diraih oleh satu orang pemain, kecuali Liga Champions. Meskipun demikian, trofi Piala Dunia yang diraih bareng Timnas Italia tahun 2006 seharusnya sudah lumayan untuk mengobati kelemahan itu.
Tapi dirinya tidak merasa demikian. Pada tahun 2019, setelah melewati satu musim bareng PSG, Buffon menyimpulkan kembali ke pelukan Juventus demi meraih trofi Liga Champions yang diidam-idamkan.

Surat untuk Buffon Muda

24 tahun lalu, Buffon mengawali karirnya di kesebelasan senior bareng Parma. Mentalnya terus terasah oleh asam garam dan kerasnya dunia sepak bola profesional sampai membentuk dirinya yang sekarang: pemenang serial Serie A dan seorang juara dunia.
Namun usia tak dapat dilawan. Usianya makin senja. Sekarang Buffon dihadapkan dengan waktu terakhirnya di dunia sepak bola dan menambatkan kedudukan legendaris sebagaimana har usnya.
Buffon coba unik dirinya pulang ke masa lalu. Tepatnya ketika masih berusia paling belia, yaitu 17 tahun. Ia mengupayakan mengirimkan suatu pesan untuk dirinya sendiri yang masih naif, selayaknya anak muda pada umumnya.
“Untuk Gianluigi yang berumur 17 tahun,” buka Buffon di The Players’ Tribune.
“Saya menye butkan surat ini kepada kamu sebaga seseorang berusia 41 tahun yang telah menikmati banyak, tidak sedikit pengalaman di dalam hidup, dan telah melakukan sejumlah kesalahan. Saya mempunyai kabar baik dan buruk guna anda. Sejujurnya saya sedang di sini guna memberi tahu kamu soal jiwa anda,”.
“Dalam sejumlah hari, kamu akan mendapatkan peluang untuk mengawali laga kesatu Serie A kamu untuk Parma, dan kamu tak lumayan tahu untuk menikmati takut. kita seharusnya sedang di kasur seraya minum susu hangat. Tapi apa yang akan kamu lakukan? kita pergi ke klub malam dengan teman baik dari primavera,”.

Kesalahan Seorang Manusia Biasa



Momen tersebut terekam jelas di pikiran Buffon. Pada ketika itu, ia bergembira dengan teknik yang berlebihan sampai mengerjakan tindakan di luar batas. Salah satunya ialah beradu dengan pihak kepolisian yang berada di dekat klub malam itu.
“Pulanglah. Tidur. Dan tolong, saya memohon, tidak boleh mengencingi roda mobil polisi. Polisi takkan memandang nya lucu, klub takkan memandang nya lucu, dan kamu akan mempertaruhkan seluruh yang telah kamu kerjakan,” lanjutnya.
Di dalam surat yang panjang itu, Buffon pun menuliskan bagaimana dirinya dihancurkan oleh duit dan popularitas. Orang memanggilnya dengan sebutan Superman, tetapi pada dasarnya Buffon hanyalah insan biasa.
“Suatu pagi, saat kamu beranjak dari kasur guna pergi berlatih, kaki kamu mulai bergetar tak terkontrol. Anda bakal menjadi paling lemah sampai tak dapat mengendarai mobil. Awalnya, kamu berpikir bahwa kamu kelelahan, atau terpapar virus. Namun tersebut semakin memburuk. Yang ingin kamu lakukan hanyalah tidur. Dalam latihan, masing-masing penyelamatan bakal terasa laksana usaha yang begitu besar. Selama tujuh bulan, kamu akan merasa susah untuk mendapatkan kesenangan hidup,”.
“Pada momen ini, kami me sti berhenti. Karena saya tahu apa yang sedang kamu pikirkan saat menyimak ini, di usia 17 tahun. kita berkata, ‘bagaimana ini barangkali terjadi? Saya ialah orang yang senang. Lahir sebagai pemimpin. Bila saya menjadi kiper Juventus, meraih jutaan, maka seharusnya saya merasa senang. Tak barangkali merasa depresi,”.

Memori Thomas N’Kono

Kemudian, Buffon mengingatkan dirinya bakal sosok Thomas N’Kono, kiper Timnas Kamerun di era 1980-an. Ia menyatakan bagaimana lelaki yang sekarang berumur 63 tahun tersebut menginspirasinya guna menjadi kiper seperti kini ini.
“Dia ialah orang terkeren yang mungkin kamu pernah lihat. Sang komentator berbicara bahwa namanya ialah Thomas N’Kono. Lalu terjadi sihir. Sepak pojok guna Argentina, dan Thomas berlari ke kerumunan dan memukul bola sejauh 30 yards di udara. Ini ialah momen yang ingin kamu lakukan di dalam hidup,”.
“Anda tak hendak menjadi penjaga gawang yang sederhana. Anda hendak menjadi penjaga gawang yang laksana ini. hendak menjadi liar, berani, bebas. Menit ke menit, menyaksikan pertandingan ini, kamu menjadi diri sendiri. Hidup kamu telah tertuliskan,”.

Terbentur, Terbentur, Terbentuk

Buffon pulang mengingatkan kesalahan-kesalahan lainnya ketika masih berseragam Parma. Suatu waktu, ia pernah menye butkan ‘Mati untuk para pecundang’. Niatnya ialah memberikan semangat ke teman setimnya dan menjadi sosok pemimpin di ruang ganti. Tapi ternyata, tindakannya tersebut salah.
“Kesalahan ini bakal menyakitkan untuk keluarga anda. Namun kekeliruan ini penting, karena mereka mengingatkan bahwa anda ialah seorang manusia. Mereka bakal mengingatkan anda, lagi dan lagi, bahwa kamu tak tahu apa-apa, temanku,”.
“Ini bagus, sebab sepak bola akan mengerjakan tugas yang bagus guna meyakinkan bahwa anda ialah orang yang spesial. Tapi kamu harus ingat bahwa kamu tidak terdapat bedanya dengan bartender atau tukang listrik, yang bakal menjadi rekan hidup,”.

Buffon yang Tak Pernah Puas

Isi surat Buffon berlanjut sampai dirinya berumur 41 tahun. Seseorang yang masih belum puas walau telah mengusung trofi bergengsi, yaitu Piala Dunia.
“Di usia 41 tahun, kamu akan tetap merasa terbakar di dalam diri. Saya minta maaf, kamu takkan merasa puas. Bahkan mengusung trofi Piala Dunia juga takkan dapat menghilangkan perasaan ini. kita takkan merasa puas hingga kamu mendapatkan suatu musim di mana kamu tidak tidak mempedulikan satu gol,”.
“Anda ialah Buffon. Anda bakal menunjukkan untuk dunia bahwa kamu itu nyata,” tandasnya
GrandM88 Taruhan Bola Terbaik dan Terpercaya Sejak Lama, Menyediakan Taruhan Bola Online & Taruhan Bola Jalan , dan Sudah Menjadi Agen Bola Terpercaya, Penasaran ? Daftarkan & Rasakan Sensasi Kemenangan Bersama Kami

Berikut MEGA BONUS Yang Ada Di GRANDM88

  • Special Bonus Deposit NEW MEMBER 10%
  • Bonus Deposit Harian 5% (1 hari claim 1x)
  • Bonus Cashback Up To 15% (Sportbook/Sabung Ayam)
  • Bonus Rollingan 1% (Casino Games)
  • Bonus Refferal Khusus 2.5% SEUMUR HIDUP 
    (Sportbook/Sabung Ayam)
  • Bonus Refferal Mengajak 3 Teman (50rb)
Minimal Deposit & Withdraw Sebesar Rp 50.000,-
Proses Deposit & Withdraw HANYA 1 MENIT
( Via Live Chat ) Respon Cepat :
Costumer Service 24 Jam Online
Line : GrandM88

No comments:

Post a Comment